Aug 01 2010

Jakarta, Perlukah Pindah Ibu Kota ?

Published by Asbun under Tak Berkategori

Beban Jakarta sebagai sebuah kota telah melampaui batas daya dukungnya. Tidak diperlukan sebuah survei atau penelitian khusus untuk mengidentifikasi hal ini, bagi warga Jakarta atau siapapun yang pernah merasakan tiggal dalam jangka waktu tertentu di Jakarta pasti bisa merasakan hal ini. Kemacetan berat setiap hari, udara yang kian pengap, kantong-kantong daerah kumuh yang bertebaran, dan kondisi- kondisi lain yang kian menghimpit keseharian.

Barangkali kepengapan yang kian menjepit inilah yang memunculkan wacana untuk memindah pusat pemerintahan ke tempat lain. Sebuah wacana yang sebenarnya sudah pernah terlontar sejak jaman Sukarno maupun Suharto. Namun apakah wacana memindah ibukota ini memang lahir dari pemikiran yang sehat atau sekedar percikan  pemikiran yang muncul dari suasana hati yang kian terjepit suasana pengap Jakarta ? Barangkali perlu pemikiran jernih yang tidak terburamkan oleh hiruk pikuk kemacetan jalanan untuk mendapatkan solusi yang lebih baik.

Kenapa Jakarta menjadi demikian padat ? jawabannya sederhana : karena Jakarta adalah magnet yang begitu kuat menarik sumber daya manusia dan modal dari seluruh penjuru Indonesia, semakin banyak orang dan modal yang terkumpul semakin kuat pulalah magnet Jakarta ini. Demikian terakumulasi bertahun-tahun sehingga tidak ada tempat lain di Indonesia yang bisa menyaingi kekuatan magnet Jakarta. Masalahnya kemudian adalah karena sang magnet sebenarnya punya daya tampung yang terbatas, jadi akhirnya dia sendiri tak mampu lagi menampung apa yang ditariknya.

Dari cara pandang seperti ini sebenarnya bisa segera terlihat bagaimana supaya beban Jakarta bisa terkurangi. Sebuah pemikiran sederhana yaitu dengan menciptakan magnet-magnet lain yang bisa menyaingi daya tarik Jakarta. Harus ada kebijakan dari otoritas pusat untuk mendirikan beberapa “prosperity centers” atau pusat-pusat kemakmuran baru sebagai alternatif bagi warga negara Indonesia untuk mencari penghidupan.

Dalam era ekonomi moderen seperti sekarang ini cara yang efektif untuk menciptakan “prosperity centers” seperti itu adalah dengan menciptakan kebijakan yang menarik bagi para pemilik modal untuk menanamkan modalnya di daerah yang dituju. Kenapa program transmigrasi yang dilakukan di jaman orde baru tidak menghasilkan pemerataan yang berarti ? jawabnya adalah karena transmigrasi hanya memeratakan “orang” dan tidak memeratakan modal. Modal yang ditanamkan akan menggerakkan roda ekonomi dan belakangan akan juga menarik sumber daya manusia.

Menciptakan “prosperity centers” baru adalah jalan yang lebih mudah dan murah dibandingkan dengan memindahkan pusat pemerintahan ke kota lain. Bisa dibayangkan berapa ongkos sosial politik dan finansial yang harus dikeluarkan untuk memindahkan bangunan-bangunan yang memiliki nilai simbol negara. Pusat pemerintahan baru berarti Istana Negara baru, gedung parlemen baru, kantor-kantor pusat kementrian baru. Belum lagi kedutaan-kedutaan asing yang terpaksa harus ikut boyongan pindah. Selain itu harus diperhitungkan faktor kondisi politik yang belum benar-benar stabil, untuk melaksanakan kebijakan sederhana saja pemerintah sudah begitu tergopoh-gopoh, bagaimana bila harus melaksakan hajatan raksasa seperti itu ?

Menciptakan “prosperity centers” baru jauh lebih sederhana dan murah. Apalagi bila daerah yang dijadikan pusat kemakmuran tersebut memang sudah punya potensi yang besar, artinya daerah tersebut memang sudah memiliki sumber daya ekonomi yang cukup kuat. Pemerintah tinggal menyelenggarakan sebuah kampanye besar untuk menarik modal ke sana. Kampanye ini bisa berupa pemberian insentif bagi pemilik modal bila mereka menanamkan modalnya di daerah yang dituju, misalnya bisa dengan pengurangan pajak, atau bisa juga dengan penyediaan infra struktur yang memudahkan para pemilik modal untuk memutar usahanya di tempat tersebut.

Lalu di mana daerah yang punya potensi kuat untuk menjadi pusat kemakmuran baru ? beberapa alternatifnya adalah beberapa kota di Kalimantan Timur dan Riau. Kenapa wilayah tersebut ? Ini karena dua propinsi tersebut memiliki sumber daya alam yang secara riil menjadi kekuatan ekonomi yang besar. Dari data BPK yang merilis 20 kabupaten yang mendapatkan Dana Bagi Hasil (DBH) terbesar 13 diantaranya ada di Kalimantan Timur dan 4 ada di Riau. Kabupaten yang DBH nya terbesar adalah Kutai Kartanegara, namun sayangnya kabupaten ini tidak memiliki pelabuhan. Untuk Kalimantan Timur barangkali lokasi yang ideal adalah Kota Balikpapan yang menempati peringkat ke 18 penerimaan Dana Bagi Hasil, dan kota ini berada di dekat pantai jadi memiliki potensi untuk pengembangan pelabuhan komersial. Pelabuhan laut adalah salah satu syarat penting sebuah “prosperity centers” karena kegiatan ekonomi selalu memerlukan pelabuhan laut untuk lalulintas barang dalam jumlah besar.

Dengan adanya dana demikian besar yang dimiliki pemerintah daerah di wilayah tersebut maka usaha untuk menciptakan “prosperity centers” sebagai penyaing Jakarta akan lebih mudah dilakukan. Namun Yang terpenting untuk mengatasi permasalahan kepadatan Jakarta yang kian menyesakkan ini adalah adanya inisiatif dari otoritas pusat, permasalahan ini tidak hanya bisa diselesaikan oleh pemerintah DKI saja. Harus ada pemikiran yang memandang persoalan ini dalam lingkup nasional dan juga adanya otoritas untuk mengambil keputusan dalam lingkup nasional, karena bila persoalan ini hanya dilihat dalam lingkup lokal maka kebijakan yang diambil akan selalu bersifat tambal sulam semata.

No responses yet

Jun 19 2009

Ganti Pilihan Setelah Debat Capres

Published by Asbun under Tak Berkategori

Malang bagi Asbun karena sewaktu ditayangkannya debat capres putaran pertama Asbun sedang berkutat dengan pekerjaan di kantor yang menumpuk tinggi. Sampai larut malam Asbun dan para stafnya masih bergelut menyelesaikan pekerjaan untuk kejar tayang besok pagi

Sebenarnya debat capres bagi Asbun tidak terlalu penting karena Asbun adalah sorang Golput Ideologis garis keras, pilihan Asbun sudah jelas : tidak milih siapa-siapa. Tapi pada momen debat capres putaran pertama ini yang diinginkan Asbun adalah bisa menemani istrinya menonton acara itu. Sudah beberapa hari terakhir istri Asbun mengingatkan untuk nonton bareng acara itu. Barangkali karena istri Asbun adalah penggemar berat SBY, jadi dia ingin Asbun melihat penampilan capres pujaannya itu. Mungkin istri Asbun berpikir dengan melihat penampilan SBY dalam debat siapa tahu iman Asbun bisa goyah dan bertobat dari ideologi golputnya.

Waktu debat dimulai istri Asbun kirim sms dari rumah : “papi debatnya sudah dimulai lhoh, nonton deh”. Walaupun Asbun sebelumnya sudah bilang ke istrinya bahwa dia akan pulang larut malam tapi rupanya istri Asbun tetap berjuang agar Asbun bisa melihat penampilan capres pujaannya.

Sayang di kantor Asbun tidak ada televisi. Televisi satu-satunya ada di gardu satpam di bawah. Dari jendela kantor Asbun di lantai empat bisa terlihat beberapa satpam di gardu sedang menonton televisi dengan khidmat. Sesekali mereka tampak manggut-manggut, saling berkomentar, bahkan bertepuk tangan. Seru sekali tampaknya, baru sekali ini Asbun merasa ingin berkantor di gardu satpam.

Sekitar jam sepuluh malam Asbun melirik ke gardu satpam di bawah dan terlihat para satpam sudah pada bubar, barangkali acara debatnya sudah kelar, begitu pikir Asbun. Sekedar mencegah agar istri Asbun tidak ngomel karena Asbun tidak sempat mengikuti debat capres maka Asbun mengirimkan sms ke istrinya : “Debatnya sudah selesai ya mami? SBY bagus ga ? Mami yakin ga ganti pilihan ?”

Istri Asbun membalas sms : “Pilihanku ganti : Anis Baswedan !”

(based on true story)

775 responses so far

Jun 04 2009

Prita vs RS Omni, Sebuah Contoh Bunuh Diri Sosial

Published by Asbun under Tak Berkategori

Dalam kasus Prita Mulyasari vs RS Omni Intl tampak sekali bahwa apa yang dilakukan RS Omni telah melanggar kesetimbangan “Bargaining Position” atau “Posisi Tawar”. Hubungan antara Rumah Sakit dan Pasien seharusnya merupakan hubungan antara yang memberikan pelayanan dan yang dilayani. Rumah Sakit memberikan pelayanan lalu Pasien membayar sejumlah uang untuk pelayanan yang didapatnya. Jadi untuk hidup sebuah Rumah Sakit membutuhkan Pasien. Sangat jelas bahwa Pasien memegang Bargaining Position yang lebih tinggi daripada Rumah Sakit.

Institusi-institusi pelayanan dalam era kompetisi yang ketat sekarang ini berlomba-lomba memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggannya. Hotel, restoran, bank bahkan sering menempatkan karyawan yang tugasnya khusus membukakan pintu dan menyapa pelanggan yang datang. Apakah ini mereka lakukan karena mereka memang benar-benar menghormati orang yang masuk pintu mereka ? Sepertinya bukan begitu, mereka melakukan itu supaya para pelanggan ini membeli pelayanan mereka, dan terus kembali untuk membeli. Dan efek yang diharapkan lainnya adalah para pelanggan ini memberi tahu lingkungannya betapa bagus pelayanan yang diberikan sehingga menambah pelanggan baru bagi institusi yang bersangkutan.

Sebenarnya langkah RS Omni Intl untuk menuntut Prita terlihat ganjil, sepertinya RS Omni tidak paham hubungan antara sebuah Rumah Sakit dan Pasiennya. Ketika mendapati email Prita yang tersebar luas RS Omni seharusnya segera menghubungi Prita, mendengarkan komplainnya, dan memperbaiki pelayanannya bila memang ada kesalahan yang dilakukan RS Omni. Kalau memang RS Omni merasa tidak bersalah mereka bisa dengan baik-baik menjelaskan apa yang dikeluhkan Prita. Kemudian bila keluhan bisa diatasi, RS Omni bisa meminta Prita untuk membuat email tentang bagaimana profesionalnya RS Omni dalam menanggapi komplainnya. Bila ini dilakukan maka publik akan melihat bahwa RS Omni adalah Rumah Sakit yang memberikan pelayanan yang bagus, dan akan membeli jasa Rumah Sakit itu ketika membutuhkan.

Tapi dengan menuntut Prita seperti yang dilakukan sekarang apa yang akan didapat RS Omni ? Terlepas dari apakah email yang disebarkan Prita itu benar atau tidak, publik sudah terlanjur tidak bersimpati pada RS Omni. Yang dicatat di memori publik tentang RS Omni adalah : Rumah Sakit yang memberikan pelayanan buruk, dan akan memperkarakan pasiennya yang berani komplain karena pelayanan buruk tersebut. Siapa yang mau masuk ke Rumah Sakit seperti itu ?

Ditambah lagi kejadian ini berlangsung pada masa kampanye pilpres. Para capres berlomba-lomba menunjukkan simpati pada Prita, hal ini secara tidak langsung menunjuk RS Omni adalah pihak yang bersalah. Seluruh media memberitakan kasus ini dengan tema seorang ibu rumah tangga sederhana diperlakukan sewenang-wenang oleh sebuah Rumah Sakit. Bagi sebuah Rumah Sakit tidak ada publikasi yang lebih buruk dari itu.

Ada sebagian pihak yang menyatakan bahwa RS Omni itu arogan, tapi barangkali yang lebih tepat istilah bagi tindakan RS Omni ini adalah “naif” dan “lugu”. Sebuah contoh bunuh diri sosial yang perlu dijadikan pelajaran bagi semua institusi pelayanan, agar tidak cepat gulung tikar karena ditinggal pelanggan.

526 responses so far

May 26 2009

Indonesia Negara Paling Murah Senyum di Dunia

Published by Asbun under Tak Berkategori

Berdasarkan hasil survei The Smiling Report 2009 dari AB Better Business yang berbasis di Swedia, Indonesia adalah negara paling murah senyum di dunia (detikcom - Minggu, Mei 17).

Ini adalah fakta yang amat menarik, walaupun mesti diingat pula bahwa senyum sebenarnya belum tentu punya korelasi positif dengan tingkat kebahagian seseorang atau sebuah bangsa. Mirip yang dituturkan lirik lagu “Kupu-kupu Malam” -nya Titik Puspa, “…kadang dia tersenyum dalam tangis, kadang pula dia menangis di dalam senyuman”…. Semoga saja tidak terlalu banyak kupu-kupu malam yang dijadikan responden dalam survei ini…

Sebenarnya yang akan lebih menarik lagi bila dilakukan survei negara yang paling banyak ketawa. Untuk kategori ini Indonesia barangkali juga bisa juara. Lihat saja keadaan sekarang ini, di mana lembaga-lembaga negara sedang menjalani proses ganti kulit alias pemilu, yang bagi sebuah negara ingusan seperti Indonesia adalah masa-masa yang krusial dan genting, justru gelak tawa bertaburan di seantero negeri.

Ini maksudnya bukan sinisme bagi para pelaku hajatan pemilu yang tingkahnya memang lucu-lucu, justru ini adalah sebuah apresiasi. Di jaman Orde Baru banyak pula tingkah penguasa panggung negara yang kelakuannya keterlaluan jenaka. Tapi bedanya dulu menertawakan tingkah ganjil penguasa adalah sebuah dosa, orang bisa diculik, dihilangkan, atau langsung di dor. Di masa-masa itu politik adalah dunia yang serius dan angker. Saat itu di dunia politik hanya segelintir orang yang punya previlege untuk ketawa kapan dia mau, sementara bagi kebanyakan yang lain terpaksa menelan gelaknya sambil mengelus dada.

Saat ini banyak media interaktif seperti televisi dan radio yang menyuguhkan program-program talk show politik yang terbuka dan bebas. Biasanya menampilkan narasumber dari kalangan tokoh politik, baik pelaku langsung maupun pengamat. Yang menarik adalah gelak tawa sering mendominasi acara-acara ini. Bahkan ketika apa yang dibicarakan adalah materi yang genting dan serius.

Yang terakhir ketika tokoh-tokoh PKS mencak-mencak karena merasa diselingkuhi SBY, di mana suhu pembicaran sering mendidih, menariknya justru menjadi tontonan yang menghibur karena tetap diselingi haha-hihi yang renyah. Canda tawa seperti menjadi pelumas yang memuluskan gesekan-gesekan antar pendirian, sehingga tidak terjadi saling gerus yang justru bisa merugikan semua pihak.

Belum lagi tontonan parodi politik yang ada di beberapa stasiun televisi. Tokoh-tokoh politik dimunculkan duplikat parodik-nya, dengan mengeksplorasi sisi-sisi ganjil mereka yang bisa menyengat saraf tawa. Dalam media cetak pun bertebaran kantong-kantong humor yang menggelitik, seperti serial-serial kartun di Kompas yang konsisten mengusili drama politik nasional. Barangkali pantas diajukan pertanyaan, apakah ada negara selain Indonesia yang bisa mencerna centang perentang dunia politiknya dengan cara yang begitu gembira ?

Baik positif atau negatif penomena gelak tawa ini pasti jauh lebih mending daripada bentrok-bentrok kekerasan seperti yang terjadi di Thailand atau negara lain. Seruan-seruan keras dan tegang seperti yang banyak dilontarkan para saksi partai politik yang merasa dicurangi, tentunya diperlukan juga karena itu salah satu indikasi berjalannya mekanisme saling kontrol yang sehat. Namun asal sebatas adu argumen, jangan karena kehilangan kursi terus membalas lempar kursi beneran.

Yang seharusnya paling gembira dengan hasil survei The Smiling Report adalah Departemen Pariwisata, karena ini bisa menjadi amunisi bagus untuk promosi wisata Indonesia. Semoga mereka cukup jeli untuk menangkap peluang ini. Dan bagi warga bangsa pasti tidak ada salahnya untuk tambah giat menebar senyum, toh tidak bayar dan kalori yang dihabiskan barangkali tidak lebih banyak daripada ngupil.

590 responses so far

May 25 2009

SBY dan Cinta Laura

Published by Asbun under Tak Berkategori

ayemBeda dengan Asbun yang golput ideologis garis keras, istri Asbun adalah pemuja SBY yang fanatik. Sejak jaman SBY masih menteri, bahkan sejak SBY masih tentara istri Asbun sudah jadi penggemar berat SBY.

“Juara kelas tiga tahun berturut turut di Akademi Militer… rekor yang belum pernah terpecahkan bahkan sampai saat ini. Pengalaman teritorial dan tempur paling lengkap….”, itu yang sering dikampanyekannya pada Asbun.

Tapi ada yang mengganggu Asbun terutama sejak SBY jadi presiden. Beberapa kali istrinya ngomel-ngomel, mencak-mencak sendiri tanpa obyek yang jelas siapa sebenarnya yang diomelinya. Sebagai orang yang serumah dengan istrinya maka kuping Asbun terpaksa jadi bak sampah menganga yang tak henti-hentinya menerima semburan kata-kata yang tidak enak di dengar.

Sudah beberapa kali fenomena ini terjadi, salah satu yang diingat Asbun adalah ketika SBY dalam pidatonya mengatakan “Saya tidak Happy…”, ketika menegur kinerja Petamina yang distribusi minyaknya lelet.

Ketika melihat pidato itu di depan televisi istri Asbun langsung ngomel-ngomel nggak karuan, “kok pake kata happy segala sih..?!!*#$!. apa nggak ada Indonesianya…#*@!.!!?” Beberapa hari berlalu omelan itu baru reda.

Asbun sering bertanya-tanya apa yang terjadi pada istrinya ini ? Apakah dia alergi pada Bahasa Inggris ? itu jelas tidak mungkin karena istri Asbun ini ambil gelar masternya di negaranya Mr. Bean. Beda jauh dengan Asbun yang lulusan universitas rakyat murah meriah. Bahkan salah satu jadwal kerja sang istri sekarang ini adalah memberikan kuliah di sebuah universitas swasta yang bahasa pengantarnya Inggris.

Dari analisa kata-kata yang keluar dari omelan sang istri, Asbun sempat berpikir apakah bagi orang seperti istrinya penggunaan kata-kata Ingris yang berlebihan dalam presentasi berbahasa Indonesia justru terdengar norak dan kampungan ? Barangkali begitu. Mungkin istri Asbun ini terjepit diantara kecintaannya pada SBY dan pada kedongkolannya mendengar penggunaan bahasa Inggris yang bukan pada tempatnya, jadi muncratlah luapan emosinya.

Yang paling menyiksa bagi Asbun adalah yang akhir-akhir ini terjadi, di mana SBY sedang berbicara dalam sebuah acara untuk mempresentasikan visi-nya di hadapan para anggota Kadin. Asbun dan keluarga menonton acara ini bersama di televisi.

Tiba-tiba ketika presentasi SBY sudah mendekati akhir istri Asbun kumat ngomelnya, sambil melotot-lotot dia berbicara dengan nada tinggi,”Kok makai kata Inggrisnya yang nggak penting nggak penting sih….!!!*@#!…! lama-lama kok kaya Cinta  Laura…. at #*!…! mana pronounciation-nya JAVANENGLISH banget ….!! bener-bener Thukulish dehhh…#*@#…!!!!

Asbun sampai harus memegangi tangan istrinya untuk mencegah supaya dia tidak melemparkan barang-barang di atas meja ke arah televisi. “Tenang mami…tenang mami…. sabar… tarik nafas panjang…” Asbun berusaha menenangkan istrinya.

Asbun jadi berpikir barangkali dia perlu kampanyekan faham golput ideologis kepada istrinya, supaya rumah tangganya bisa kembali tenang dan tenteram…

856 responses so far

May 25 2009

Pajak dan Jalanan Bopeng

Published by Asbun under Tak Berkategori

Baru tahun ini Asbun punya NPWP. Tapi bukan berarti dia belum pernah bayar pajak, selama puluhan tahun pajak langsung dibayarkan oleh perusahaan tempatnya bekerja. Tapi baru tahun ini dia bikin SPT dan melaporkan pajaknya. Asbun sempat terpana lihat jumlah pajak penghasilan yang dibayarkan dari gajinya setahun, ternyata lumayan juga. Mungkin karena sebelumnya tidak pernah bikin SPT maka dia tidak begitu sadar dengan jumlah itu.

Setelah “aware” dengan jumlah pajak penghasilan yang dibayarkan sekarang Asbun malah jadi psikotik karena tiap hari kena serangan senewen alias dongkol.

Ceritanya Asbun kalau berangkat kerja harus menempuh perjalanan 51 kilometer pulang pergi. Dari 51 kilometer itu jalan yang rusak alias bopeng-bopeng ada 17 kilometer atau 33 % nya. Jalanan bopeng yang 33 % itu justru makan waktu 60 % dari total durasi perjalanan. Ya karena jalanan aspalnya ancur jadi hanya bisa dilalui dengan kecepatan merambat mirip siput. Belum lagi kalau Asbun  kesiangan dikit, barisan kemacetan bisa mengular naga. Dan ini harus dijalani Absun tiap hari dalam hidupnya.

Mobil Asbun kaki-kakinya sudah beberapa kali kena masalah, kata montir ini karena sering dipakai di jalan rusak. Asbun beberapa kali berpikir untuk ganti mobil off road dengan ban jumbo, supaya lebih nyaman pergi ke kantor. Tapi karena istri Asbun telanjur suka sama mobil yang sekarang maka Asbun terpaksa tidak jadi ganti mobil. Supaya pengeluaran tidak boros karena sering servis kaki mobil maka Asbun akhirnya beli sepeda motor dan berangkat ke kantor naik motor.

Naik motor memang lebih enak karena walaupun kesiangan tetap bisa nyelip-nyelip diantara kemacetan, waktu tempuh bisa berkurang sampai 25 %. Tapi Kalau dulu kaki mobil yang sering kena masalah sekarang pinggang dan bahu Asbun yang tiap minggu mesti diservis ke tukang pijit. Gara-gara jalanan yang bopeng naik motor jadi lebih melelahkan, badan terguncang-guncang, belum lagi harus selalu siap bermanuver meliak-liuk menghindari kubangan di tengah jalan, pinggul, bahu dan kaki semua bekerja ekstra keras.

Dulu Asbun selalu setel pikirannya untuk bersyukur karena masih ada 67 % jalanan yang tidak rusak, ini sebuah mekanisme psikologis yang naluriah supaya kewarasan tidak terganggu. Tapi setelah Asbun melihat jumlah setoran pajaknya, sekarang ini tiap bergumul dengan jalanan bopeng perasaan dongkol menggelegak. Gerutuan selalu mengiringi perjalannya mengarungi kubangan dan bebatuan yang berserak. Permakluman dan rasa syukur imitasi yang dulu selalu dipegangnya teguh sekarang tercecer entah ke mana.

Sekarang yang berkecamuk di hati Asbun adalah perasaan dicurangi, diakali, dikhianati. Bertahun-tahun pajak dipotongkan dari gajinya, entah sudah berapa ratus juta jumlahnya. Belum lagi pajak kendaraan, pajak rumah dll. Tapi kenapa hanya untuk mencapai tempat kerjanya, yang harus ditempuhnya tiap hari, dia masih harus sengsara ? Kenapa tiap hari dia harus meresikokan dirinya kena hernia karena gunjangan repetitif yang menahun ?

Berapa sih biaya perbaikan jalan 7,5 kilo yang lebarnya cuma 6 meter ? Dikemanakan uangnya yang disunat tiap tahun ?….  Sekarang Asbun  rupanya tidak hanya butuh tukang pijit tapi juga psikolog atau mungkin dukun…

 http://indonesiagembira.co.cc/

879 responses so far

May 17 2009

Pidato Deklarasi SBY

Published by Asbun under Tak Berkategori

Pidato deklarasi SBY : “Kabinet forum bekerja, bukan untuk berpolitik sendiri-sendiri”

  • kabinet kerja saja, yang berpolitik biar presidennya… gitu Pak ?

-

Pidato deklarasi Boediono : “Saya siap bekerja mulai hari ini”

  • jangan dulu Pak, kan belum kepilih

-

Prabowo disebut-sebut ingin posisinya sebagai “wakil presiden plus”

  • plus jadi “bemper” mau Pak ?

-

KPU terkesan enggan dengan pembentukan Dewan Kehormatan KPU

  • jangan-jangan merencanakan sesuatu yang tidak terhormat

-

494 responses so far

May 16 2009

PKS = Politik Kayak Sulapan

Published by Asbun under Tak Berkategori

Setelah bertemu satu jam dengan SBY akhirnya PKS terima Boediono

  • singkatan baru PKS = Politik Kayak Sulapan

-

Demo Anti SBY Warnai Kehadiran JK-Wiranto di KPU

  • pas SBY-Boediono di KPU pasti gantian demo anti JK-Wiranto

-

Pimpinan Demokrat dari semula mengatakan PKS akan terima Boediono

  • yang penting cocok harganya

-

Sebelum ke KPU, Mega-Prabowo Berdoa Bersama

  • pilpres kali ini Mega-Prabowo memang harus lebih banyak berdoa

-

SBY ingin menjadi lokomotif pemerintahannya bila terpilih lagi

  • pantesan Boediono naik kereta api ke deklarasi di Bandung

-

2.817 orang utan tiap tahun punah

  • orang utan punah, “orang utang” malah bertambah

-

WOC di Manado diharapkan lebih memperhatikan laut terkait global warming

  • boleh perhatikan laut asal jangan sampai lupa daratan

-

Perputaran uang bisnis dagang orang capai Rp. 32 triliun

  • kalau perputaran uang bisnis dagang suara berapa ya ?

-

Secara bisnis, hanya 30 persen pers yang sehat

  • barang jualannya cepat basi sih

    -

    1,428 responses so far

    May 14 2009

    Indonesia Gembira ! 14-5-09

    Published by Asbun under Tak Berkategori

    Satpam BI aniaya wartawan SCTV

    • benar-benar BI..adab

    -

    Karena KPU salah hitung beberapa partai jadi berkurang jumlah kursinya

    • kalau menghitung gajinya sendiri anggota KPU pasti tidak pernah salah

    -

    Undangan deklarasi SBY yang diterima PKS tanpa nama cawapres!

    • untuk PKS nama cawapres dipersilakan isi sendiri

    -

    PDIP dan Gerindra mengadakan pertemuan maraton untuk membahas koalisi

    • yang lain sudah sprint kok ini masih maraton

    -

    Perang urat syaraf antara SBY dan JK semakin menghangat

    • boleh perang “urat syaraf” asal jangan putus “urat malu”

    -

    Partai Demokrat tetap calonkan Boediono walaupun ada resistensi dari banyak kalangan

    • rupanya PD benar-benar PeDe

    -
    Anggota DPR Partai Demokrat Adjie Massaid dan Agelina Sondakh menikah

    • walaupun banyak yang tidak merestui yang penting… Lanjutkan !

    -

    315 responses so far

    May 13 2009

    Indonesia Gembira ! 13-5-09

    Published by Asbun under Tak Berkategori

    PKS paling keras protes atas mencuatnya nama Boediono sebagai cawapres SBY

    • singkatan baru buat PKS = Partai Korban Selingkuh

    -

    KPK mengkaji kembali aturan larangan bagi pimpinannya untuk bermain golf dengan pihak tertentu

    • main karambol saja Pak, aman

    -
    SBY - JK disambut tepuk tangan meriah saat hadir bersama dalam musyawarah perencanaan pembangunan nasional

    • biasanya penonton tepuk tangan supaya pertarungan tambah seru

    -

    269 responses so far

    May 12 2009

    Indonesia Gembira ! 12-5-09

    Published by Asbun under Tak Berkategori

    Angka golput pada pemilihan legislatif 49 juta orang lebih

    • setelah lihat drama koalisi yang banyak malah “golpus”… golongan pusing

    -

    Beberapa pihak menyatakan komunikasi politik antar partai sekarang ini lebih dewasa

    • istilah teknis untuk “komunikasi politik” = “tawar menawar harga sapi”

    -

    PDIP mendekat ke Partai Demokrat

    • dari dulu Blok M memang dekat dengan Blok S, sama-sama di Kebayoran Baru

    -

    Hercules Angkatan Udara mendarat darurat di Wamena karena roda pendaratan lepas

    • laik terbang tapi tidak laik mendarat

    -

    DPR minta KPK tidak mengambil keputusan penting selama ketuanya berhalangan

    • kalau kapten kena kartu merah, biasanya kesebelasan masih boleh main

    -

    Hatta Rajasa dua kali bertemu Megawati di Jalan Teuku Umar

    • sebagai utusan negara, apa utusan PAN, apa utusan Demokrat ?

    -

    313 responses so far

    May 10 2009

    Indonesia Gembira ! 10-5-09

    Published by Asbun under Tak Berkategori

    Konggres Golput di Jogjakarta dibubarkan aparat

    • “GOLongan PUTih” boleh saja,”GOLongan PUTus asa” itu yang bahaya

    -
    Jusuf Kalla menyatakan yang dibutuhkan Indonesia adalah pemimpin yang tegas dan cepat

    • yang dibutuhkan kadang tidak sama dengan yang diinginkan Pak

    -

    Nama cawapres di kantong SBY sudah menyusut dari 19 menjadi 6 nama

    • lama tidak dikeluarkan dari kantong bisa ikut tercuci baju

    -
    Ruang tahanan Antasari jauh dari ruang tahanan korupsi

    • kalau dekat nanti yang ditangkap dan menangkap malah bikin reuni

    -

    Karena kalah seorang caleg di Nusa Tenggara Timur meracuni sumur warga

    • kalau menang bisa meracuni otak warga

    -

    17 responses so far

    May 09 2009

    Indonesia Gembira ! 9-5-09

    Published by Asbun under Tak Berkategori

    Banyak politikus kawakan tersingkir dari Senayan, diganti para artis dan selebriti

    • nama baru buat gedung dewan : “Senayanwood”

    -
    Diperkirakan 59 caleg perempuan lolos ke senayan

    • biasanya ibu-ibu lebih tahan tidak ngantuk di persidangan

    -
    DPR minta KPK tidak melakukan penyidikan selama anggota komisi tidak genap 5 orang

    • sudah kena bencana ditelikung pula kewenangannya

    -

    Perhitungan hasil pemilu molor beberapa hari dari jadwal yang ditetapkan

    • padahal rakyat  ke TPS molor beberapa menit saja sudah tidak boleh nyontreng

    -

    Indonesia saat ini adalah negara ketiga di dunia yang paling banyak menuliskan kata ’seks’ dalam pencarian Google di internet

    • jangan-jangan seksi konsumsi dan seksi dokumentasi ikut dihitung

    -

    746 responses so far

    May 08 2009

    Indonesia Gembira ! 8-5-09

    Published by Asbun under Tak Berkategori

    PDIP mulai bergerak merapat ke Partai Demokrat

    • drama koalisi semakin “sinetronikal”

    -

    326 responses so far

    May 07 2009

    Indonesia Gembira ! 7-5-09

    Published by Asbun under Tak Berkategori

    Akibat naiknya utang pemerintah dalam empat tahun terakhir SETIAP warga negara mesti memikul utang Rp 7,7 juta

    • diberi BLT 100 ribu tapi diberi tanggungan utang 7,7 juta

    -

    Mexico minta bantuan Indonesia untuk atasi flu babi karena sudah berpengalaman tangani flu burung

    • tangani pemilu bermasalah juga sudah berpengalaman lho

    -

    Berita Antasari Azhar jadi tersangka kasus pembunuhan merajai halaman media

    • drama koalisi kalah seru

    -

    Kader Golkar selain JK dibebaskan maju sebagai capres atau cawapres dengan syarat tidak boleh membawa nama dan atribut partai

    • bebas keluar rumah, tapi baju celana tidak boleh dibawa

    -

    90 responses so far

    May 06 2009

    Indonesia Gembira ! 6-5-09

    Published by Asbun under Tak Berkategori

    Pinjaman pembangunan infrastruktur dari ADB untuk Indonesia ditingkatkan nilainya

    • utang jangan cuma buat gali lubang tutup lubang, tapi buat nutup lubang di jalan-jalan

    13 responses so far

    May 04 2009

    Indonesia Gembira ! 5-4-09

    Published by Asbun under Tak Berkategori

    Jusuf Kalla mengaku menjadi “bumper” selama menjabat sebagai wapres

    • dua pilihan peran wapres : jadi “ban serep” atau jadi “bumper”

    -

    PAN mengajukan Hatta Rajasa sebagai cawapres

    • namanya bukan cawapres tapi “cabump”… alias “calon bumper”

    -

    Jusuf Kalla - Wiranto deklarasikan sebagai pasangan capres - cawapres

    • kalau capresnya biasa jadi “bumper”, bisa-bisa  cawapresnya cuma jadi “ban serep”

    -

    597 responses so far

    May 02 2009

    Indonesia Gembira ! 2-5-09

    Published by Asbun under Tak Berkategori

    SBY masuk satu dari 100 tokoh dunia versi Time

    • satu-satunya di dunia… pencipta lagu yang jadi presiden

    -

    Indonesia butuh pemimpin atau tokoh baru

    • yang banyak malah daur ulang tokoh, partai baru - muka lama

    -
    Indonesia masuk daftar hitam pelanggar hak-hak intelektual

    • bila aturan hak intelektual dilaksanakan tegas, separuh lebih warga Indonesia masuk bui

    -

    Sejumlah caleg terpilih punya hubungan keluarga dengan pejabat daerah dan pusat

    • tegakkan azas kekeluargaan…. ! demi keluargaku….

    -

    385 responses so far

    May 01 2009

    Indonesia Gembira ! 1-5-09

    Published by Asbun under Tak Berkategori

    Empat partai besar, Golkar, PDI Perjuangan, Hanura, dan Gerindra hari ini merealisasikan gagasan koalisinya .

    • besar-besar dijadikan satu… awas bisa kena “obesitas politik”

    -

    Nama-nama cawapres SBY mulai beredar di masyarakat

    • cawapres paling cocok : Dharma Oratmangun….. biar album kedua makin siip !

    -

    Banyak politikus kawakan tersingkir dari Senayan, diganti para artis dan selebriti

    • nama baru buat gedung dewan : “Senayanwood”

    -

    312 responses so far

    Apr 30 2009

    Indonesia Gembira ! 30-4-09

    Published by Asbun under Tak Berkategori

    Untuk melawan pornografi Depkominfo punya gerakan “Jangan Bugil di Depan Kamera”.

    • kalau di belakang kamera…. terserah

    -

    “Koalisi Partai Demokrat berbasis platform dan arah kebijakan, tidak berdasar ideologi,” ujar Ketua DPP Partai Demokrat - Anas Urbaningrum

    • ideologi itu roh, platform itu raganya…. raga tanpa roh = mayat, roh tanpa raga = hantu

    -
    PDIP, Golkar, Gerindra, Hanura, PPP dan PAN bersepakat membentuk satu koalisi besar

    • masing-masing bawa capres dan cawapres… koalisi apa arisan ?

    -

    449 responses so far

    Next »